Posted in cinta, Kehidupan

6 tahun pacaran, udah ngapain aja?

Hai, aku sudah perkenalan ya di postingan awal blog ini. Jadi akutu mau cerita tentang pertanyaan-pertanyaan yang sering di tanyakan oleh temen-temen. Aku kan punya status pacaran nih sama laki-laki yang udah nemenin masa-masa puber sampe masa dewasa ku saat ini. Namanya X lah ya, cari tau sendiri, di twitter ada, di youtube ada. Jangan lupa subscribe. Wkwkw. Ohiyaaaa lanjut, akukan dah pacaran 6 tahun sama doi. Nah temen2 banyak yg kepo, kok lama banget bisa sampe 6 tahun, dah kek cicilan mobil aja. What the hell. Klean pernah denger gak sih jokes2 macem tu? Pacaran lama dikit disamain kek kridit apaa gitu wkwkw. Pacaran 2 tahun, dibilang kridit motor, 4 tahun kridit mobil, 6 tahun kridit rumah.. hahaha. Yaa, well mungkin mereka sedang mengingatkan. Jangan lama-lama pacarannya. Iya iya. Dah tauuuk. Gak perlu kalian ndalil gaez. Ini juga lagi usaha nih menuju yg lebih serius dikit. (lho emang selama ini gak serius?) ya serius laa.. maksudnya naik ke tahap selanjutnya begitcu. Hmm. Gitu aja emosyi.

Pacaran emang jadi pro kontra yah, ada yg fine2 aja, ada yg gak bolehin. Sesungguhnya emang gak boleh gaes pacaran tu. Jangan ikutin kita. Atau yg mau ikutin kita boleh kok. Asal setia sampe akhir ya. Usahakan. Apa yang nggak ada ya diadakan. Apayg gak bisa ya belajar. Apa yg buruk sama2 tinggalkan untuk menuju yg lebih baik. Bersama-sama. Ciyeee. Ohiya, buat kalian yg pengen tau kita 6 tahun ngapain aja, nih simak yaaaa

  1. Pernah satu sekolah

Aku dan doi sudah kenal dari jaman SMP. Aku kenal dia dari kelass 1 SMP, yaaa walupun nggak sekelas setidaknya pernah satu almamater sekolah menengah pertama. Pas satu sekolah juga aku pernah ejek2an. Ya dengan kelemahan fisikku ini, dia selalu senang ketika aku di bully oleh temannya. Jahat ya? Bukannya nolongin. Wkwwk. Tapi aku ngak sampe nangis kok beb. Santuy. Terus kita juga perna pulang satu angkot bareng. Ya karena kita pulang ke arah yang sama. Aku kan turun angkot duluan, kadang tu aku cubit tangannya. Hahaha. Nakal ya aku. Eh pas lulus smp kita beda sekolah. Aku sengaja gak ambil SMA yg deket rumah. Karena nanti temen nya itu lagi, itu lagi. Hehe. Terus pas satu sekolah pernah apalagi ya. Pernah latian pramuka bareng. Tiap hari minggu.

  1. Pernah dorong motor bareng

Jadi pas aku semester berapa tu kan doi masih pake motor Kaze R gitu. Tau gak motor kaze R tu yg kayak gimana ? kalo kalian tau motor legenda ya nggak jauh2 dari itu. Ya memang dia dulu di kasih motro itu semntara sama ortunya. Itupun jarang dibawa ke sekolah, dia lebih memilih untuk naik angkot daripada naik motor. Jadi suatu hari aku dan dia main ke pantai. Pantainya ada satu jam perjalanan dari daerah tempat tinggal. ketika pulang, kan hujan, kalo hujan katanya motor nya nggak mau hidup mesin nya, akhirnya dorong deh. Posisi aku dorong, dia nuntun. So sweet gak? Menurutku so sweet sih. Itu bisa jadi cerita buat anak-anaku nanti. Kalian pernah?

  1. Pernah diselingkuhin

Ya memang hantu selingkuh dalam dunia per-LDR-an udah nggak asing lgi ya. Kalian pasti punya temen yg LDR terus putus gara-gara selingkuh? Ya. Memang begitu. Tidak terkecuali aku. Dalam hal ini yg selingkuh adalah aku. Aku mengakuinya gaes. Jangan judge akuuu, dengarkan penjelasanku marimarrr (halaah). Dia pernah selingkuh? Enggak. Nggak pernah. Kalo chat sama wanita lain ya pernah. Tapi sebatas chat. Ya namanya juga manusia ya. Pasti ada sisi buruknya masing-masing. Yang terpenting adalah keberanian untuk mengakui, dan keberanian untuk tetap bertahan. Banyak yg mengakhiri hubungan karena selingkuh. Tapi kami tidak. Hehe. Kami? Dia aja kali. Akunya nakal. Iyaaa, iyaa, tau.

  1. Pernah jual koin game untuk bertemu

Doi tu suka main game ya, tapi bukan gamer, beda antara suka main game dan gamer. Gatau, menurutku beda aja gitu. Nah suatu hari ada keinginan untuk bertemu di kota yg ku tinggali sekarang. Perjalanan pake kereta 6 jam. Doi jual koin dong untuk sangu. Wkwkw. Katanya jual koin 500.000 dapet Rp900.000. aku iya iya aja, emang ga ngerti dunia game, tapi usahanya ya ku akuin lah. Kami kan masih sama-sama di subsidi ortu. Jadi kan tau diri bahwa kita harus nabung dan usaha sendiri.

Sementara itu dulu yg bisa ku ceritain. Nggak ada hal yang namanya sia-sia. Saat ini aku masih berusaha untuk selalu support dia. Sudah berumur, bukan saatnya lagi untuk main-main dengan suatu hubungan. dipikir kita nggak mau nikah? ya mau laaaa. wkwkw. cuman kan setiap kisah ada alur nya masing-masing. tidak bisa disamaratakan. cukup doakan saja yg terbaik yah.

salam 🙂

Advertisements
Posted in Tak Berkategori

logika dan perasaan

Masa depan itu seperti apa sih?

Kenapa kita pasti takut dengan masa depan? Apa yang membuat kita berpatokan dengan masa lalu? Apakah karena pencapaian kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan? Apa yg sesungguhnya kita kecewakan?

Apakah karena kita selalu mengukur kebahagiaan diri sendiri dengan orang lain? Kenapa kita selalu senang melihat orang lain susah? Dan kita susah melihat orang lain senang? Apa yang kita pikirkan?

Ah, itu hanya perasanku saja yang berlebihan. Juga kalian. Yang merasakan hal yang sama sepertiku. Kalian hanya berlebihan. Berdamailah dengan keadaan. Dewasakan pikiran. Jangan melulu tentang perasaan. Terkadang logika pun harus jalan. Yakin kan pada diri bahwa semua pasti akan terlewatkan.

Posted in cinta

Untukmu… yang tak pergi meskipun aku mengingkari

2007 silam, ketika kita masih mengenakan sragam putih biru, kita kenal dengan cara yang tidak wajar. Cara yang di bilang sangat kekanak-kanakan. Kau mengenalku hanya karena aku di bully oleh teman sepermainanmu. Kita memang berada di kelas yang berbeda. Segalanya berbeda. Aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya. Tetapi mengapa saat itu aku merasa lebih akrab denganmu. Kau hanya tersenyum ketika aku dan temanmu saling melemparkan kata-kata ejekan. Singkatnya, kita sudah saling kenal, dan saling menyapa 10 tahun yang lalu. Waktu yang tidak sebentar, namun terasa sangat singkat.

Kau belum mengenal apa itu rasa, apa itu cinta. Seiring bertambah usia, kau mngetahui hal-hal tersebut pada saat berada di bangku sekolah menengah atas. Saat itu belum ada aplikasi yang dapat dengan cepat berkirim pesan seperti sekarang ini. Bermodalkan pulsa yang diisi minimal seribu rupiah, kau mencari nomorku untuk dapat berkomunikasi denganku setelah sekian lama. Karena kita berbeda sekolah. Setelah memperoleh nomorku, kau mencoba sok akrab dengan candaan yang ada. Kau mengira pada saat itu aku masih sendiri. Namun ternyata, aku ada hati yang harus ku jaga. Sehingga mengurungkan niatmu untuk mengenal lebih dekat dari biasanya. Untuk menyembuhkannya, kau memintaku untuk mencarikan sosok yang kira-kira dapat menggantikanku. Yaitu temanku. Aku menjodohkanmu dengan teman sekelasku. Aneh memang, kau yang suka padaku, tetapi malah harus dengan orang lain. Ya karena belum waktunya untuk kita bertemu. Aku pernah menaruh rasa padamu. Dan memang belum saatnya kita bertemu dalam satu ikatan.

Dan kita dipertemukan di tahun 2012. Disaat aku sudah melalui hari-hari yang berat. Hal-hal yang tak kusangka akan ku alami. Di tinggalkan ketika sayang-sayangnya. Mungkin hal tersebut memang dilalui oleh setiap orang, pikirku. Kau datang untuk mengobati luka. Bisa dikatakan itu sebagai pelarian. Namun ya memang faktanya aku menyukaimu. Meskipun kau jauh dari tipe laki-laki pada umumnya. Setelah kita bersama pun banyak hal-hal yang kita lewati. Mulai dari permintaanku untuk break, karena ada laki-laki lain, lalu larangan orangtuaku untuk berpacaran, hingga terulang kembali ada orang ke tiga. Tapi kau masih berdiri disitu. Tak berubah maju, ataupun mundur.

Ibarat berperang, aku telah ribuan kali menancapkan anak panah padamu.

Aku telah berulangkali menyiramkan garam ke lukamu.

Aku telah melempatkan kerikil ke arahmu.

Tapi mengapa kau tak bergerak menjauh sedikitpun?

Aku telah mnceritakan segala kelemahanku. Bahkan dosa-dosa yang pernah kuperbuat dan yang pasti menyakitimu. Sesungguhnya apa yang ada di otakmu? Kata orang-orang, memng sayang dan gila itu beda tipis. Cinta dan benci juga beda tipis. Kau bilang memang itu adalah takdirnya untuk mnerimaku apa adanya aku, dan tidak pernah kau tinggalkan. Aku mamng merasakannya. Terbukti dari setiap pertengkaran kita, yang ku keluarkan kata berpisah, namun kau selalu menyela. Berkata bahwa semua ini akan baik-baik saja.

6 tahun sudah kita bersama. Semakin lama semakin terlihat masa depan yang selalu kita pahat. Aku masih tak mengerti, mengapa kamu bersifat begini, mengapa kamu bersifat begitu. Yang ada di fikiranku hanyalah egoisme. Terkadang aku ingin diperhatikan, namun tak ingin memperhatikan. Terkadang aku lelah dengan perjalanan ini, namun kau selalu tak mengamini. Berulang kali aku mengeluh, namun diwajahmu tak terlihat ada peluh. Kau ini terbuat dari apa? Hingga aku tak sanggup berkata-kata.

Masa depan sedang bersama-sama kita rajut. Aku berharap, memang kita adalah hal yang tertulis di lauhul mahfudz Nya.

Posted in Kehidupan

KEHILANGAN?!

Kehilangan memang menyakitkan hati. Dan hal tersebut menimpa kakak ku yang pertama yang baru saja kehilangan jabang bayi yang telah ia kandung selama lima 9 minggu. Kakakku adalah seorang yang dapat dicontoh bagi adik-adiknya. Kami merupakan keluarga dengan 3 bersaudara. Dan saya anak ke dua. Kakakku yang pertama seorang perawat di salah satu rumah sakit terkenal di ibukota. Dan adikku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kakakku merupakan istri seorang pengusaha. Suaminya adalah seorang CEO. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kuliner, yaitu gado-gado. Letak perusahaannya pun di ujung gang sekitar kontrakan dan di tengah-tengah hiruk pikuk perkotan. Pelanggannya pun bermacam-macam, mulai dari pasien, perawat, dokter hingga cleaning service. Ya, memang hanya pedagang gado-gado, tapi omset nya perhari hingga di akumulasikan perbulan tidak bisa di katakan sedikit. Apapun itu yang penting halal. Dari pernikahan tersebut kakakku dikaruniai seorang anak laki-laki tampan, yang kini berusia lima tahun. Dan menurut mereka, lima tahun adalah umur yang tepat untuk diberikan teman bermain, yaitu adik.

Sudah lama aku tau bahwa ia merencanakan kehamilan. Mulai dari kode-kode memasang foto bayi di WA story, dengan caption “pengen punya ini lagi..”. pada saat itu aku belum berkomentar, karena memang terserah mereka untuk merencanakan keberadaan sang jabang bayi. Tak lama kemudian, selang beberapa minggu, ia mengabariku bahwa dokter menyatakan bahwa ada janin di dalam perutnya. Aku ikut bahagia karena akan bertambah keponakanku. Hari-harinya dipenuhi rasa bahagia karena mengetahui akan diberikan titipan dari Tuhan. Begitupun suaminya. Suatu saat ia mengabari bahwa akan pulang ke rumah orangtua. Ada keraguan dihatinya saat itu. Dan ia bercerita bahwa takut untuk mngabari orangtua dikarenakan merencanakan kehamilan disaat yang bersamaan dengan membangun tempat tinggal. ia takut jika kabar ini malah membuat orang tua semakin khawatir dengan finansial yang akan dihadapi ketika jabang bayi lahir dan rumah belum jadi. Namun aku meyakinkannya untuk tetap optimis dengan apa yang terjadi nantinya. Aku meyakinkan bahwa orangtua kami tidaklah seperti itu tipenya. Rezeki akan tetap ada walaupun bagaimana kondisinya. Singkat cerita, keluarga ku menyambut bahagia kabar akan kehadiran calon bayi.

Pada saat itu cuaca menunjukkan seperti hari-hari biasanya. Dengan kegiatan yang seperti biasanya juga. Setiap orang mengunggah apa yang sedang ia rasakan di media sosial, tidak terkecuali kakakku. Ia mengunggah status yang berisi keluhan bahwa ia sedang mengalami flek. Flek adalah suatu kondisi dimana seperti haid, namun tidak dalam keadaan haid, darahnya tidak segar, tapi kecoklatan. Sebatas itu pengetahuanku, karena aku belum pernah mngalami hal tersebut di saat hamil. (yaiyalah bego, nikah aja belum). Aku tidak berkomentar apapun. Hanya dalam hati, ah mungkin hanya lelah bekerja. Selang beberapa hari kakakku mengirimkan pesan singkat yang berisi intruksi untuk mengirimkan uang ke rekeningnya. Aku mengiyakan. Dan keesokan harinya, kakakku mengabari bahwa ia mengalami keguguran. Ya, janin nya lemah karena lelah. Aku tak tau apa yang dirasakannya pada saat itu yang pasti sangat sangat kehilangan. Aku hanya bisa menyemangatinya dari kejauhan. Saat itu pun aku membayangkan ibuku. Apa yang beliau rasakan ketika mendengar bahwa anak sulungnya mengalami keguguran? Seketika aku menitikan air mata. Aku penasaran bagaimana kronologi musibah tersebut. Karena tidak tega untuk bertanya langsung ke kakakku, sepulang kuliah aku telpon ibuku.

Dugaan ku benar, bahwa memang sebelumnya ibu punya firasat bahwa ada yang tidak beres ketika mendengar anaknya mengalami flek. Oke, ibu mulai bercerita mengapa semua ini terjadi. Dan ternyata hal yang membuat keguguran adalah karena faktor kelelahan. Kakakku seorang perawat yang dinas nya pun memiliki jadwal yg padat. Seperti dinas malam yang dimukai pukul 8 malam hingga jam 7 pagi. Dinas siang yang dimulai pukul 2 siang hingga pukul 8 malam. Dinas pagi mulai dari jam 8 pagi hingga jam 2 siang. Namun itulah pekerjaan. Belum lagi harus menghadapi tangga. Tidak terlalu tinggi memang, hanya satu lantai. Namun jika berkali-kali naik-tutun tangga?

Kehilangan memang menyakitkan, namun kita tidak boleh putus asa. Mungkin memang kakakku diberikan jawaban oleh Allah swt untuk lebih fokus dalam membangun rumahnya. Memikirkan finansial untuk rumahnya. Belum lagi keperluan sekolah anak pertamanya yang sudah memasuki usia wajib belajar. Hidup terkadang memang tidak adil bagi sebagian orang. Namun ada hal yang wajib kita syukuri. Adalah iman. Percaya akan diganti oleh yang lebih indah, setelah kehilangan. semoga keluargaku selalu dalam lindungan-Mu. Aamiiin.

Surakarta, 21 nov 2018

Posted in Tak Berkategori

apa niat mu mencari teman?

Pertemanan.

Memang semakin dewasa semakin berkurang lingkaran pertemanan kita. Pertanyaan sedari dulu ku masih tetap sama. Apa yang membuat seseorang mau berteman dengan satu sama lain dengan waktu yang cukup lama? Apakah mereka memntingkan satu hal masing-masing? Atau mengharapkan keuntungan demi kepentingan masing-masing?

Banyak teman yang ku miliki dari sejak kecil hingga umur 23th ini. Namun hanya beberapa teman yang ku kenal baik dan masih peduli dengan kabarku. Ya, hanya dipedulikan sekedar kabar pun aku sangat bahagia. Mengapa dia masih peduli akan kabarku? Apakah ada sesuatu yang membuatnya masih bertahan? Atau memang dia tidak memiliki pilihan lain? Ah itu mungkin hanya halusinasiku saja. Mereka berteman buakan untuk keuntungan semata. Tetapi juga mungkin ada hal-hal yang belum bisa dilupakan darimu. Misal na kamu memiliki hutang padanya. Hahaha. Hanya bercanda.

Ohiya, lingkar pertemanan ku dari jaman baheula hingga sekarang pun segitu-gitu saja. Aku tidak memiliki sahabat terdekat. Namun aku memiliki teman. Teman dekat. Adakah yang bisa menjelaskan perbedaan sahabat dan teman dekat? Atau apakah hanya aku yang memiliki asumsi perbedaan tersebut? Ah mungkin hanya perasaan ku saja. Namun itu jelas berbeda bagiku. Aku selalu memperhatiakn mereka yang mengaku memiliki seorang sahabat. Dan itu memang ku akui mereka memiliki sebuah rasa yang setia kawan. Misal mereka berada dalam kota yang berbeda. Maka ketika dalam kota yang sama mereka selalu mengagendakan pertemuan. Entah apa yang mereka bicarakan. Namun sepertinya begitu asyik. Sementara aku? Ya hanya seperlunya. Ini memang sifatku, atau memang karena tidak memiliki sahabat? Oek, aku sudah mengerti alasannya. Diri ini berkata bahwa semua itu bermula dari diri sendiri. Begitu juga pertemanan/persahabatan. Apabila kamu menganggap seseorang sebagai sahabatmu, maka orang tersebut akan menganggapu juga sebagai seorang sahabatnya. Biasanya sih seperti itu. Tapi tidak jarang pula ada orang yang kau anggap sahabat, eh ternyata kamu tidak dianggap sahabat olehnya. Hehehee. Sabar ya, kamu tidak sendiri. Aku pernah kok merasakannya.

Dan kamu pernah nggak, kadang kita sudah menceritakan segalanya ke teman, ternyata teman kita punya sahabat lain, dan teman kita cerita tentang kita ke temannya tersebut. Cerita mengenai hal-hal yang tidak untuk di konsumsi secara publik. Aib misalnya. Maka sebaiknya kamu tidak memiliki teman. Itu juga sebabnya aku tidak menceritakan hal-hal yang dirasa tidak perlu diceritakan. Apalagi mengenai aib. Daaaan banyak juga wanita yang lebih nyaman cerita dengan lawan jenisnya. Alasannya yaitu seperti kalimat sebelumnya, terkadang teman sesama wanitanya tidak bisa dipercaya. Sehingga bisa mempengaruhi satu sama lain. Terlebih tidak bisa mengontrol emosi dan membuat kita semakin dendam, padahal kenyataan kita lah yang salah, dalam kasus tersebut. Hehehe. Hidup ini lucu. Mari kita tertawakan.

Posted in Kehidupan

Penyakit Hati

Oke, selamat pagi, pagiku terasa kurang bersemangat. Aku rasa saraf di otak bagian depan ku ada yg terputus sehingga aku tidak terlalu bersemangat untuk berpikir. Mungkin ini dampak aku terlalu sering melihat hal hal yangseharusnya tidak ku lakukan atau ku tonton. Ini dampak aku keseringan nonton film di elka duasatu. Aku ingin seperti orang-orang pada biasanya. Tapi ya setiap orang pasti memiliki masalah yang begitu berbeda, termasuk aku. Aku dengan masalahku. Temanku dengan masalahnya. Dan orang lain dengan masalahnya. Dan begitu pula dengan kesuksesannya masing-masing. Mereka telah menempuh beberapa batu sandungan untuk mencapai satu titik. Dan itupun tidak mudah. Seperti yang kita lakukan ketika mencapai kesuksesan, orang lain hanya akan melihat pada hasil kita tanpa melihat beberapa usaha mematikan yang telah kita lakukan. Bukan berarti tidak ada yang tau, namun usaha tersebut hanya orang-orang terdekat kita yang tau. Apakah semua orang harus tau? Tentu tidak. Anda siapa?

Sekitar sebulan yang lalu aku menguninstall aplikasi sosial media, instagram. Tidak hanya menguninstall, tetapi juga menghapus akun sehingga tidak ada orang lain yang tau kemana username ku ketika di ketik dalam pencarian. Teman-teman selalu menyanyakan alasan mengapa akun ku tak ada. Tidak semua yang menanyakan, hanya beberapa. Itupun aku yang memulai. Ya. Memang, lagi-lagi aku siapa. Bukan siapa-siapa yang harus dipertanyakan kenapa begini, kenapa begitu. Namun aku akan mecoba menjawab pertanyaan teman-temanku yang menurut mereka aneh atau apalah. Tapi itu namanya keputusan hidupku.

Awalnya instagram adalah segalanya bagiku. Setiap bangun tidur yang pertama ku cek adalah aplikasi instagram, lalu wasap, lalu fb, kemudian twitter. Membuatku yang seharusnya bangun jam 4 menjadi jam 6 karena terlalu lama berselancar di dunia yang penuh dengan pencitraan dan kepalsuan. Oke, alasan ku untuk menguninstall instagram adalah karena aku terlalu jahat. Mengapa terlalu jahat? Yaa. Aku pernah menyakiti seseorang melalui akun instagram. Kejadian tersebut sekitar tahun 2015. Yaa sekitar tahun segitu.

Singkat cerita, aku memiliki kenalan, dan kenalanku tersebut berekspektasi tinggi terhadapku mengenai perasaannya. Yaaa sebagai wanita yang labil dan bucin dan kesepian dan dan yang lain yaaa aku menanggapinya. Hingga mungkin dia sudah gila karena aku. Gila dalam arti sempit lho ya. Bukan gila seperti yang di jalanan. Oke awalnya ku ragu (hadeeh kyk iklan sampo), karena aku sudah memiliki pacar sebelumnya. Hape ku samsung galaxy fame pada saat itu. Dan hape nya mas itu blackberry. Hape android pasti penasaran lah ya, install segala macem sosial media biar gawl. Oke saat itu aku mulai bermain instagram. Masnya posisi sudah dekat deganku. Bahkan sempet jadian beberapa minggu, posisi aku dan pacarku sedang break. Sampai sini jangan hujat aku, aku tau yg aku lakukan ini jahat kok, ferguso. Masnya kan pake BB, aku andro, BB kan gak bisa install instagram kan ya, nah aku upload2 segala foto ku bareng pacar di instagram dengan segala caption lebayyynyaah. Wkwkwkw. Oke. Lanjut.

Pada suatu hari, dengan segala keadaan yang ada, pendapatan massnya meningkat, pengeluarannya meningkat dan dia mengalokasikan pendapatannya untuk membeli hape android. Hahaha. Dan drama dari sini dimulai. Masnya menginstall instagram. Dia follow aku dan dia tau bahwa aku ssebelumnya sudah memiliki pacar. Dia emosi padaku, dan mengirimkan fotoku disaat aku bersamanya kepada pacarku. Ya thats life. Ini adalah balasan mengapa aku tidak jujur. Dan sampai sekarang ungkapan sakithatinya karena melihaat instagramku masih ada di screen capture hapeku. Sebegitu sakitnya dia. Karena ekspektasinya juga.

Setelah kejadian itu ya kami berkomunikasi sseperti biasa, dan marahan seperti biasa, dan masih lanjut komunikasi tanpa ada dendam apapun. Tapi yang pasti instagram itu membuat bekas luka yang amat dalam baginya. Aku tau itu. Sejak saat itu aku jarang posting foto dengan pacarku. Bukan hanya karena menjaga perasaan masnya si, tetapi juga karena nggak ada stok foto bareng. Karena LDR. Kesimpulannya, aku pernah menyakiti hati seseorag melalui sosial media instagram. Hingga akhirnya masnya menemukan tambatan hatinya. Dia posting fotonya bersama calonnya. Dan aku agak perih. Apakah artinya ini semua?

Dan karena hati perih ini aku stalking semua sosial media calonnya. Begitu juga yg dulu masnya lakukan padaku. Dia sakit hati dengan ku sehingga semuanya di stalking hingga postiingan2 pertama. Dan aku akhirnya sadar, semua itu tidak baik. Tidak baik selalu cemburu, tidak baik memiliki sikap iri dengki hasad dan hasut. Media sosial membuat kita nyinyir, asal judge, dan asal komentar. Tidak cukupkah kita hanya dengan melihat apa yang mereka bagikan? Kenapa kita manusia memiliki sikap iri? Bukankah semua orang sudah digariskan sesuai dengan takdirnya masing-masing? Apa hak kita untuk mengomentari hidupnya? Kita bukan Tuhan.

Sekali lagi, ku tegaskan. Setiap orang memiliki masalahnya masing-masing. Begitu pula dengan cara penyelesaian masalah. Tidak semua orang memiliki jalan keluar yang sama. Solusi yang kalian berikan belum tentu mujarab bagi yang kau beri saran. Aku menempuh jalan menghapuss akunku sebagai penyembuh penyakit hati yang ku derita. Demi hati yang lebih baik. Demi psikis yang lebih baik. Mungkin bagi sebagian orang itu terlalu berlebihan. Namun itu bagi sebagian orang, tidak bagiku. Aku menganggap sebuah penyakit hati adalah hal yang serius. Kata orang-orang bijak obat hati ada 5 perkaranya. Namun ku tambahi satu, yaitu dengan uninstall hal-hal penyebab sakit hati. Tombo ati ada 6 perkaranya.

Terimakasih sudah membaca. Sesungguhnya kisah itu sungguh panjang. Namun tak elok jika ku pajang dengan sedemikian rupa dengan gaya tulisanku. Aku menghargai usahanya untuk mewujudkan ekspektasinya. Dan pacarku sudah kuceritakan hal ini, btw. Semoga kami bahagia dengan cara masing-masing.

Surakarta, 14/11/18

NRC

Posted in Tak Berkategori

Welcome to my life

Saya tidak mau berkenalan di dunia blog ini, jika ada yg ingin mengenal lebih lanjut bisa melihat di akun instagram dengan nama akun nchayyani. 

Saya mahasiswa semester delapan yang sedang menempuh ujian akhir aaya yaitu skripsi. Kesan selama mengerjakan skripsi pada awalnya optimis. Namun, semakin berjalannya waktu, saya pikir skripsi memang sebuah perjuangan, pengorbanan, pengetahuan, dan lika liku. Bagaimana tidak, setiap kata dan kalimat yang tercantum harus bisa di pertanggung jawabkan. Layak nya manusia yang harus mempetanggungjawabkan kehidupan selama di dunia kepada sang pemilik kehidupan abadi. 

Ini adalah postingan kedua saya, karena sebelumnya adalah sebuah tugas yang diberikan dosen pada saat semester 4. Saya kuliah di salahsatu perguruan tinggi negeri di lampung. Ya, mana lagi kalau bukan di unila. Hahahaha. Terkadang saya suka menulis. Tapi terkadang saya bingung mau menulis apa. Saya tergerak ingin menulis lagi ketika saya merasa ingin mencurahkan isi hati. Ya saat-saat seperti ini lah. 

Isi hati yang saya maksud dalam paragraf sebelumnya adalah mengenai kehidupan saya akhir-akhir ini. Mengenai kuliah, organisasi hingga asmara. Mengapa saya ingin bercerita disini? Karena saya ingin mempublikasikan dengan cara saya sendiri. Ketika 5 tahun kemudian saya membaca, saya pasti tertawa sendiri. Seperti saat saya masih berada di Bangku SMA, saat itu saya sudah posting ke blog. Dan hingga saat ini saya masih tertawa sendiri ketika memvacanya. Bagaimana tidak, postingan saya di blog tersebut adalah curhatan perasaan saya ketika di putuskan pacar. Memalukan sekali bukan. Dan sampai sekarang saya lupa pasword gmail tersebut. Alhasil, saya harus menanggung malu.

Baiklah, sampai saat ini dulu cerita hari ini. Esok kan kembali lagi dengan cerita lain.